The only man

Menjadi satu-satunya laki-laki dan termuda di keluarga menjadi seni kehidupan tersendiri. Ketika kecil menjadi kemanjaan, terkasih, hingga kinipun. Namun hal yang sedikit berbeda dalam kedewasaan, semua tanggung jawab terasa genggangan tangan, tidak ada kata yang tersirat namun ada rasa telah menyelinap.

Tiga saudara perempuan dan Ibu, akan menjadi kebanggaan batin terbesar jika sebagai jembatan kebahagiaannya. Kuala lumpur, masih berkutat pada kota ini, jauh di kampung kecil sana sudah menjadi pembicaraan hangat, padahal disini sangat biasa tapi jika itu menjadi kebahagian batin untuknya, biarkanlah.

Baru saja, seorang laki-laki menghubungi, pastinya ada maksud, maksud untuk seorang kakak perempuan. Siapa lagi yang menjadi peranta izin, kalau bukan dari tangan sesatunya lelaki ini. Mungkin itulah kebiasaan dalam adat kami di kampung.

Maksud sendiri sudah terpatri sejak lahir, mungkin kesendirian ini mampu memberikan banyak hal. Semoga itu maksud Tuhan, meskipun dalam makna sendiri terurai dalam banyak hal keseharian, termasuk kesendirian laki-laki di Keluarga.

Great choice place

Alhamdulillah, tempat yang kondisif situasional. Hari-hari melewati jalan yang panjang, jalan-train-bus-jalan. Itulah budaya disini, dapati dalam ketidakbiasaan namun nyaman. Padat namun tidak memusingkan. Awal, dari my temporary resident, saya anggap ini tempat sementara karena sedang mencari tempat tinggal terdekat Universiti Malaya. Waktu tempuh sekitar 1.5-2 jam, dengan jalan kaki sekitar 10 menit ke train stasiun atau LRT, perhaps fastest train of Kuala Lumpur, jadi disini ada tiga jenis kereta, LRT, KLIA dan KTM dengan wilayah singgah yang berbeda. Di LRT menghabiskan waktu 30 menit, beruntung kultur cuek sangat kental sehingga di kereta umumnya sibuk dengan HP dan buku, terpilih buku saja, tapi ketika itu di waktu pulang, jikapun itu dimalam hari, setelah lewat jam pulang kantor. Selalu memilih pulang malam, sekitar 8 atau 9, karena sebelum itu, budaya cuek tidak bermanfaat, terkadang berdiri dalam kereta 30 menit hingga buku tidak ditatap sama sekali, namun berdiri dalam keadaan teratur meski padat. Selalu berangkat setelah subuh, juga karena menghindari kepadatan, agar ayat-ayat tuhan tidak terlupakan, meskipun dalam kereta. Inilah satu-satunya waktu dengan kitab Tuhan ketika hari kerja.

Universiti Station, dekat dengan Universiti tapi Universiti tidak terlalu kecil untuk kaki, busway, demikian jalannya, busway yang juga super comfortable dan cukup 10 menit tiba di Fakultas Sains, tepatnya Growth Crystal Laboratorium. Di tempat ini menghabiskan waktu hingga malam, menghindari keramaian pulang dan juga comfort dengan fasilitasnya. Sebenarnya jam kerja hanya jam 9.00 hingga 16.30, namun kenyamanan membuat lebih bertahan. Bahasa Inggris, itu lagi, but what have to be done, dituntut IELTS segera untuk kolabarasi menjadi master dan researcher disini. My great Supervisor hanya menuntut tiga hal, Tuntaskan penelitian, get best score for IELTS and Learn Kalam Allah Azza Wa Jalla. Alhamdulillah, this is the best place given By Allah Azza Wa Jalla. Seringkali menghabiskan waktu dengan hal ini setelah kerja sambil sesekali melirik media sosial atau sesekali menulis seperti saat tulisan ini tertuai. That’s it… Alhamdulillah 🙂

That’s great. Satu lagi yang menyadari. Sahabat nan jauh disana yang sudah menjadi dosen. Beberapa hari kemarin sempat chat. “Ketika jarak antara Tuhan dan kamu demikian jauh, bagaimana mungkin doamu akan dikabulkanNya. Itulah sebabnya orang yang menghabiskan waktu dengan pacaran akan dipersulit olehNya”, she said. Mungkin ada lagi yang mau membuktikan?

chat dengan ayu

Ini redaksi yang saya update beberapa hari yang lalu di media Facebook, maksudnya jelas, bermaksud mengajak atau saling mengingatkan secara modern. Dakwah yang diagungkan di masjid-masjid seakan menjadi formalitas, seakan tidak berdampak besar pada keadaan sosial. Mengutip teks al qur’an seakan menjadi ajang sok-sok’an. Namun manusia terkadang sadar ketika mereka merasakan langsung akibatnya, bereksperiman pada kehidupannya sendiri, hingga pada akhirnya mengkonfirmasi pada al Qur’an. Suatu panduan luar biasa namun ketika penafsiran tanpa landasan filososi atau sintesis akal dan intuisi akan berakhir pada penafsiran tekstual normatif. Namun paling buruk ketika kehidupan berjalan pemahaman sekuler yang tidak disadari.

Kembali pada teks diatas, tidak banyak yang merespon, beberapa mempertentangkan, dan lebih sedikit beberapa yang menyukai, Namun saya memasukkan dua kategori saja yaitu setuju dan tidak setuju, non response dan pertentangan saya anggap tidak setuju saja dan yang menyukai saya anggap setuju. Kurang lebih begitulah cara analisis selama ini, meskipun sangat subjektif namun dianggap telah mewakili.

Kemudian kesimpulannya sebenarnya pada updating selanjutnya:
“It’s just cover. Tidak selamaya kebahagian yg terlihat adalah benar-benar kebahagian. Namun kebahagian seringkali menjadi citra tuk menarik persepsi orang
It’s just words. Tidak selamanya kebiasaan adalah kebenaran. Namun kebenaran seringkali dipertentangkan karena telah nyaman pd kebiasaan.
It’s just note………………….,………”

Kalimat pertama hanya sekedar pembuka agar tidak terkesan menyindir namun sebenarnya menyindir. Dalam sisi makna memang benar adanya, mengamati pengalaman sekitar bahkan diri sendiri. Kalimat kedua, kalimat atas kesimpulan updating sebelumnya, khususnya orang-orang yang mempertentangkan. Sangat banyak, disekitar, sempurna dalam hijab namun tidak linear pada aktivitas dan etika sehingga seringkali berucap “Jangan menilai dari luar saja” atau bahasa familiar yang dibahasakannya “Don’t judge book from the cover”. Masih selalu mengingatnya, best one in mind till…

My Dream Lately

Lately, Seringkali memimpikan orang atau teman di masa lalu, yang menjadi catatan kenangan, yang sering dalam kebersamaan, atau yang dekat dengan pikiran. Bukan penafsir mimpi, namun dalam fikir dan kata sebagian orang, memberi suatu kemungkinan.

  1. Saat ini kesepiaan, kesepian dalam segala hal.

Iya, setiap hari bertemu dengan berbagai rupa bahkan dalam keseharian dengan rupa yang sama namun seakan berlalu saja. Sangat suka menyendiri tapi sepertinya ini benar-benar sangat sendiri. Tidak ada teman berbagi atau tidak ada rasa yang sama atau tidak ada lagi moment yang menyatukan atau sebagai ujian setelah meniatkan tuk menjauhi pacaran. Di sela kerja dan akhir pekan seringkali menanyakan kabar teman lama, even direct contact tapi separuh tak peduli.

  1. Mungkin dipanggil kembali, apakah kembali ke kampung kelahiran atau kembali pada qadr Tuhan (semoga diizinkan disisinya).

Iya, mungkin karena sekian lama tidak kembali dan sebagian kecil keluarga merindu. Komitmen, malu dan rasa bersalah, entah yang mana berada sisi hitam dan putih. Juga, Lama tak menyapa teman lama seakan telah memutuskan ukhuwah, tidak tahu cara mengingat, sedangkan pada Tuhan? Wallahu a’lam, berharap diberi waktu yang panjang untuk berbagi dan mengenalnya.

  1. Mengingat moment lalu untuk pelajaran,

Bisa jadi, mimpi malam ini bersama seorang sahabat perempuan lama dan juga orang tuanya. Sangat dekat, even it’s like family. Banyak kenangan juga pelajaran bersamanya, dalam kasih sayang, kebersamaan, ketulusan dan berbagi. Baru kali ini memikirkan mimpi hingga matahari, hati benar-benar mengetuk sedang merindu. Last contact, she is stil sick like the past althought she had daughter. Namun, malam itu terbangun dan tertidur lagi dengan mimpi baru, kebersamaan, bersama dengan yang baru hadir namun seperti sudah mengenal dalam. Iya, moment bersamanya seringkali saya sebut “short moment”. Sangat menarik hati, She has good insight, never got boyfriend, She is wearing veil in syar’i. She is studying Qur’an deeply. Now, I don’t want to hope far, just wanna give whatever she needs coz I know myself but I think I make mistake for doing. if Allah allow to unite us, I will be grateful. Juga mengenal orang tuanya, ini mungkin sebagai maksud, saya tidak bisa terpaku karena bisa jadi hanya kenangan singkat atau sebagai pengganti atas maksud yang lalu. Iya disini kadang berpikir, apa maksud keterlambatan keberangkatan ke negeri lain? Apa karena ingin dipertemukan dulu? Setelah mengenalnya seakan dipermudah namun Wallahu a’lam, Manusia hanya bisa memperkirakan. Salah satu tujuan tulisan ini untuk membuktikan maksud Tuhan di mendatang. Biarkan mengalir, “Jika dia memang jodoh, sejauh manapun pergi, dia akan kembali”, kata Darwis Tere Liye.

  1. Karena mereka sedang memikirkan atau sedang dipikirkan

Untuk sebagian iya, namun ada yang terpikirkan setelah memimpikan.

  1. Mungkin hanya sebatas mimpi.

Bisa jadi, namun banyak petunjuk nabi dari mimpi tapi saya bukan nabi dan jauh dari puncak keimanan.

Crystal Growth Laboratorium of UM, 19.06, 11 Agustus 2015

Short Explanation of Borobodur

Borobudur ditemukan pada tahun 1814 dalam pemerintahan Refleks. Saat itu pembantunya bernama Cornelius menemukan patung budha terkubur separuh di bukit jawa tengah. Setelah itu sekitar 200 orang dalam 2 minggu membersihkan di semak belukar. Pada masa ini kejayaan Dinasti Salendra (Budha) 800 M. Kemudian pada abad 10 merapi meletus dan menutupi candi borobudur. Pada candi ini terdapat 1,6 juta blok batu dan 460 relief, relief ini menunjukkan kehidupan jawa dan budha sidarta utama serta terdapat 72 stupa. Pembangunan Borobudur membutuhkan 72 tahun sehingga dapat diperkirakan pembuatnya memiliki keterampilan yang tinggi. Dari struktur bangunannya menunjukkan replika bunga teratai. Borobudur digunakan untuk tempat pembelajaran mesya budhisatwa ( pengosongan hawa nafsu). Dari 1-6 kotak dan relief adalah sidarta dimana 1-4 kamadatu (nafsu dunia) dan 5-6 rupa data (wajah dunia) tapi masih ada nafsu, kemudian 7,8,9 A rupa datu (tidak wajah dunia) tanpa nafsu. Ada 1 patung ditutup simbol nafsu semua dan ada 4 yang dibuka. Nirwana tingkat 1 (labil) disebut wasik dimana ventilasinya berbentuk dan nirwana tingkat 2 itu stabil dengan ventilasi bujur sangkar, dari keduanya terdapat 72 stupa (kama – rupa – arupa (stabil dan labil)). Restorasi selesai diperbaiki pada tahun 1984 dan batu asli disimpan di museum.

Short history of Jogja

Sejarah berdirinya Ngayogyakarta Hadiningrat berasal dari kerajaan Mataram. Sepanjang sejarah Keraajaan ini berpindah-pindah disebabkan efek geografis dan peperangan. Dimana pada masa itu, orang percaya bahwa jika suatu kerajaan diserang makan harus berpindah tempat dan mendirikan bangunan yang baru. Sebelum adanya Kraton Yogyakarta, separuh sejarah bermula dari dieng, Kotagede, pleret (Kadon) bantul, Kartasura. Pada saat di kertasuro terpecah menjadi dua kerajaan disebabkan oleh peperangan dengan tionghok. Di yogyakarta di sebut sebagai Kesultanan dan Pakualaman dan di Solo disebut Kasunanan dan Mangkunegara. Masing-masing di jogja dan di Solo memilki dua kerajaan namun satu keturunan. Perpecahan kerajaan terjadi pada tahun 1775 oleh Hamengkubuwono I dan tahun 1776 dilakukan pembangunan kerajaan.
Kerajaan di Solo (1764) dan Yogyakarta memiliki kesamaan karena dibangun oleh raja yang sama yaitu Hamengkubuwono I bahkan HB melakukan upacara di Solo. Hamengku (memangku) dan Buwono (Dunia). Namun disisi lain terdapat perbedaaan yaitu di Yogyakarta terdapat pojok benteng dan belengkung sedangkan di Solo tidak. Hal ini disebabkan karena kraton di Yogyakarta seringkali terlibat peperangan melawan belanda. Hingga saat ini hanya 3 pojok benteng yang masih ditemukan sedangkan yang satunya (geger sepog atau geger gesi) hancur diserang Inggris pada tahun 1812. Bentuk Kraton persegi empat, dimana terdapat 5 pintu masuk, 2 terletak disebelah utara dan 1 masing di selatan, barat dan timur. Di setiap gerbong terdapat jembatan gantung yang bisa tertutup buka bisa dioperasikan petugas kraton sehingga dipastikan juga ada jangung yang mengitari kraton dan diisi buaya, lebarnya diperkirakan sekitar 4 meter.
Kemudian berkaitan dengan keistimewaan Yogyakarta diberikan oleh Soekarno pada tahun 1945 atas jasa Sultan memberikan perlindungan kepadanya ketika terjadi agresi militer Belanda Di Jakarta pada tahun 1948. Indonesia Serikat diakui pada Tahun 1949 dikonferensi meja bundar den hag dan pada tahun 1950 menjadi negara kesatuan. Namun Soekarno yang didukung Sultan menyatakan merdeka pada tahun 1945. Posisi Yogykarta pada saat itu merupakan Kerajaan yang merdeka sehingga Belanda pernah menawarkan untuk menjadi Negara Bagian namun Sultan tetap setia kepada Indonesia. Sultan juga di tawari sebagai Presiden oleh Belanda namun Sultan lebih memili Soekarno bahkan Membiaya pemerintahan yang baru di bentuk dari uang pribadi Sultan bukan dari Kerajaan. Yogya dianggap Kerajaan setia dan pelindung bahkan ketika Jepang ingin mempekerjakan pemuda Yogyakarta dalam romushanya. Sultan menyembunyikan pemudanya melalui selokan mataram-kalibawang-prambanan.
Saat ini ada empat tempat yang dapat dikunjungi apabila ingin mengeksplorasi Kraton yaitu Pagelarang, Museum Kereta Kraton, Kebeng (managsat, ksatria, kemagangan), taman sari, kemagangan alung-alung kidul.

Tertanam dalam untuk Sobat KKN 82 Kelompok 3 (Cabe)

Kehangatan dalam tawa menyelimuti hari kami. Waktu sekali lagi menunjukkan kehebatannya. Perkenalan dalam tuntutan mengawali kebersamaan kami. Awalnya tampak sederhana, berusaha saling mengenal, menyembunyikan kepribadian, menjadi sosok yang baru. Waktu semakin mengikat kami dalam rasa dan cinta. Seperti keluarga yang utuh yang sesekali berselisih karena egoisme. Semua bertahan apa adanya, melewati kegiatan demi kegiatan. Kami semakin tahu satu diantaranya. Anwari sang ketua yang erat dengan laptop dan tugasnya, penuh gagasan namun beberapa keluar dari konsep rencana, tiba-tiba berubah karena perspektif keadaan. Orang ini memiliki lelucon yang berlogika, yang lain tidak mampu menandingi. Ibu sekretaris Erin yang paling rajin tanpa keluhan meski penuh kecerobohan. Pandai berkata dalam tatapan namun belum terlihat dalam untain tulisan. Posisi Sekretaris menjadi bahan ejekan namun cukup menyenangkan. Sang Bendahara selalu setia dan penuh perhitungan dalam Rancangan Anggaran Belanja KKN. Farhah, sosok yang satu ini telaten dangan hitung menghitung, sesuai dengan keilmuaannya. Dalam perjalanan tetiba dipanggil Mamah, entah karena kolektor uang dan yang mengatur RAB-KKN atau memang ada sosok keibuan. Sinta, yang satu ini punya suara yang khas, suara yang lemah-lemah unik. Gagasan selalu penuh dengan perbandingan, yang kurang kerjaan masuk dalam lingkaran kata-katanya. Dia mungkin setia namun dalam perjalanan KKN tetiba putus dengan calon mantannya. Aim, sosok yang juga unik, memiliki masakan yang mungkin paling enak dan yang sering ambil urusan perdapuran diluar jadwal yang telah ditentukan. Mbo Oim panggilan akrab meski tidak menyukai. Reno, bisa dibilang orang yang paling banyak kerja selama keberadaannya, yang satu ini memiliki pengawal cinta yang setiap saat membentengi dari godaan hati lainnya. Dia kelihatannya setia namun kekasih tidak bisa lepas dari api cemburu. Selanjutnya Zia, awalnya lumayan pendiam. Namun dalam kamus KKN kata “diam” tidak akan bertahan sampai akhir cerita. Masakannya beridentitas pedas, berbalik dengan lidah jawa yang umumnya manis. Dia juga tiap saat dalam keadaan tersembunyi, bercerita dengan calon kekasihnya saat itu. Lumayan dibawah tingkatnya Reno. Tria, bisa dikata buronan kelas rendah, seringkali menghilang dalam perjudian KKN. Setelah menghilang, mimik wajah seakan berharap belas kasih. Dia selalu ditemani dan diantar jemput oleh si Kecoak alah Anwari. Meskipun Orang yang satu ini cukup ramah dan menyenangkan. Yang terakhir Khotim, Cewek SKI yang satu ini yang paling akrab dengan anak-anak TPA, pintar mengambil hati. Kerja dalam tim lumayan teratasi.

Kata untuk KKN

Disini Kami memulai masa itu, bertopeng sebaik mungkin, menjelma berbagai rupa.
Disini mulai mengenal asa, mengenal cinta, mengenal keluarga.
Disini jiwa kami menjajaki satu sama lain, perlahan melepas topeng, bebas pada jati diri.
Disini bercengkerama dengan waktu, menepis lemah, menyayangi apa adanya.
Disini kami bermain dengan kata, canda santapan terlezat dalam keseharian
Disini masa kami terukir di salah satu bab terindah dalam catatan tuhan
Disini kami merintih rindu yang mungkin akan usai dengan kesetian waktu
Disini masa kami, masa yang akan terlupakan namun melekat dalam sanubari.
Disini datang dan merindu lagi

Klidon, 29 Mei 2014

Nano Kini

Dunia telah dihadapkan dengan revolusi teknologi yang begitu cepat. Sebut saja nanoteknologi dan Nanosains, konsep yang ditawarkan oleh Richard Feynman 54 tahun yang lalu ini merupakan konsep yang populer bagi ilmuwan kekinian, hal ini disebabkan berbagai penemuan sifat baru dalam ukuran nano, yang dulunya hanya dalam imajinasi manusia, kini menjadi nyata. Bayangkan saja, 1 nano meter sama dengan 1 per 1.000.000.000 meter, perbandingan ini dimisalkan antara bola bumi dan bola pingpong sehingga penelitian yang berada zona nanometer memberikan dimensi baru terhadap karakteristik suatu material untuk lebih meng-instantkan kehidupan manusia.
Berbagai penerapan nanoteknologi telah berada di setiap tatap rasa keseharian. Misalnya Handphone berjenis touchscreen yang menggunakan material graphene, sebuah material nano dari grafit karbon. Nanopolimer yang digunakan untuk pakaian atau jaket antiair. Nanoperak sebagai antikanker dalam bidang medis. Nano TiO2 sebagai self cleaning dalam pembuatan kaca. Lebih sederhana lagi nano oli, nano pasta gigi, dan nanokalsium dalam susu yang telah diiklankan di TV nasional. Juga banyak nano-nano lagi dalam aplikasi nanotextile, nanoarmor, nanocoat dan aplikasi nanoteknologi di berbagai bidang umum, baik bidang kesehatan, militer, peternakan, pertanian, pangan, komputer dan sebagainya.
Tidak lepas dari penggunaan material nano, kemungkinan banyak bahaya yang ditemukan karena ukurannya yang sangat kecil tetapi ini tetap tawaran peluang untuk ikut berpartisipasi dalam penelitian skala nanometer, khususnya bagi saintis yang dapat menjelaskan dan memperkirakan sifat dan pergerakan setiap penggunaan material sehingga penggunaan dibidang teknologi lebih tepat.