Not-not tentang Rindu

Tertindis atau terabaikan bukan tentang sebuah egoisme namun upaya membangun irama yang menyentuh, menyadarkan tentang satu detik kehidupan, menyadarkan pentingnya satu kehadiran. Dalam Cinta, lisan sulit mengungkapkan, takut atas kedalaman Tuhan terlampaui. Namun diri tak mampu menafikkan bahwa rasaku padaMu terpercik padanya.

Singkatnya pertemuan memupuk rindu yang semakin dalam, menyatu dalam batinku, membara dalam ingatanku, akankah kau menghadirkan dia dalam setiap detik waktuku? Menemani dalam setiap perjalananku, dalam gairah berpengetahuanku dan dalam tidurku. Agar fikirku tak tergoyah atas jarak yang membatasi pandanganku.

Diriku ditimang dalam ketidakpastiannya, mengagumi tanpa balasan namun mungkin disitu letak ketulusan. Sungguh penuh irama yang memabukkan, not yang tinggi mengeluarkan bunyi amarah yang menghitamkan segalanya, memadamkan dengan bersujud pada waktu dan lagi kerinduan itu muncul dalam pedihnya kesunyian.

Seringkali terdengar suaramu yang samar, tangismu yang manja, dan senyummu yang mendamaikan meski tidak nyata, bagai pesan angin yang terjamah oleh bayangan tentangmu.

Tuhan maafkan aku. Lagi, aku merindukannya…
Selalu menanti hari-harimu. Selamat ulang tahun, 26 Januari 2016

Iklan