Hampa

Meninggalkan Jogja dengan perasaan hampa
Entah separuh jiwa atau harapan yang telah terkikis rapih
Mengalir namun seakan ada sisi aliran ini yang meluluh lantahkan
Kembali menjadi nol, mungkin begitulah kesementaraan jiwa ini
Namun disisi lain hati ini seakan sulit menerima
Melewati perjalanan panjang menuju egoisme pendidikan
dan harus mundur dalam keadaan tidak nyaman.

Setidaknya, terimakasih UK

Ketakutan terhadap harapan orang-orang yang berharap
hanya itu, untuk diriku bahkan jika harus mati dalam ketiadaan, Aku rela..
Namun jika mereka, karenaku, harapannya menjadi pupus dan menjelma menjadi kekecewaan
Disinilah penyesalan dalam kematianku

Runtuh, benar-benar ini penyesalan dalam kesalahan,
menempuh jalan diluar idealisme, sejatinya pendidikan bertujuan untuk berbagi
Namun kali ini, kalah dalam melawan diri, benar-benar kalah

Rela memulai dari nol, namun sudah sangat takut memberi harapan.
Ibu, saudari-saudariku, bahkan kamu yang aku puja, ibumu yang menjadi lingkaran perhatianku.
Maafkan aku..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s