Ibu

IMG_20160531_213641

Seorang ibu yang tangguh, setia pada kesendirian, menjaga kesucian cinta pada seorang ayah yang tersirat. Ditinggal sejak 23 tahun lalu, saat itulah kehidupan kami berbalik 1800. Ibu yang bergantung pada keringat ayah, tetiba harus berbalik badan, menafkahi 4 anaknya, menyekolahkan 3 anak perempuannya hingga menimang saya yang hanya bisa menangis. Ditengah kesulitannya, dia tetap berkomitmen meneruskan mimpi ayah. Membeli rumah yang diinginkan ayah meskipun kami harus melepas kembali karena kekurangan ekonomi. Mendorong anak-anaknya hingga jenjang S1 meskipun pada akhirnya dia tidak sanggup membiayai kami namun bukan berarti dia menyerah, mengembangkan bisnis dengan modal pendidikan kelas 5 SD. Pada akhirnya bangkrut dan rugi, harta peninggalan ayah hampir semua kami gadaikan. Beruntung kami empat anak-anaknya bisa menyelesaikan kuliah dengan keringat sendiri meskipun harus melewati perjalanan hidup yang penuh tangisan dan gadaian harga diri tapi kami harus tetap hidup. Sejak sekolah dasar, saya akhirnya dititipkan ke keluarga satu ke keluarga yang lainnya. Benar-benar dunia berbalik, ketika rumah ayah menjadi  tempat perlindungan para sepupu dan ponakan, sepeninggalannya, kami anaknya harus membayar.  Sejak saat itu, Ibu tidak mampu memperhatikan gizi saya, kesehatan apalagi pendidikan. Kehidupan benar-benar ingin memperlihatkan jati dirinya. Masa yang terhinakan, di tubuhku yang kecil, saya memberanikan diri untuk menantang dunia. Ketika anak semasaku, mengenal handphone, bagi saya itu masih asing, ketika semasaku dimanjakan beragam kemewahan, bagi saya itu hanya ilusi. Berdiri tegak meski kaki rapuh, perlahan Tuhan mewujudkan melalui tanganku, saya tidak mengharapkan dunia berbalik karena akan merendahkan orang-orang yang sedang diatas. Dunia terlalu fana untuk mengharapkan derajat, namun satu kewajaran atas sebuah kelayakan hidup. Ibu, kini satu mimpi saya tunaikan, semoga doamu menuntun saya mewujudkan mimpi-mimpimu dan ayah yang tersisa. Saya kembali akan menantang dunia, namun saya berjanji akan selalu bersama orang-orang bawah, orang-orang yang terinjak, orang-orang yang harus mempertaruhkan harga dirinya demi ekonomi. Ibu, semoga ke tanah suci adalah kado terbaikmu di tahun ini.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s